oleh

Warga Mengeluh, Diduga PT Semen Merah Putih Buang Limbah Ke Saluran Air

-Hedline-74 views
banner 300250

Bungascyber.id, KOTA TANGERANG – Warga RT 02 RW 02, Kelurahan Bantusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang mengeluhkan adanya pembuangan air limbah semen, yang Diduga oleh PT Semen Merah Putih, Peristiwa tersebut lantaran adanya beredar video dari warga, Jumat (16/04/2021).

Diduga, bacting plant  PT Merah Putih, yang berada di Kawasan Batu Ceper, Kota Tangerang, telah membuang air limbah semen, bahkan viral lantaran adanya dokumentasikan vedio oleh warga melalui Handphone Selulernya, pada 5 April 2021. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Peraturan Pemerintah Nomor 27/2012 tentang Izin Lingkungan dan PP 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Ketua RT 02 RW 02, Kelurahan Batusari, saat ditemui media, Mansyur menjelaskan, kejadiannya pada tanggal 5 April 2021, pada saat itu tidak hujan, PT Semen Merah Putih telah membuang air limbah semen, melalui got warga dan mengalir ke kali Daan Mogot, jelasnya. Kamis (15/04/2021) lalu.

“Sepertinya sudah dua kali mas, peristiwa ini terjadi walaupun tidak berdampaknya dan belum terlihat, cuma yang kita khawatirkan ini jangka panjang. Seperti apa, sisa dari pembuangan, ketebalannya pun masih tersisa, mas, ini pun baru dua hari terpasang Kain Biotech,” ucapnya.

Lanjut mansyur, pada saat itu tidak hujan, pembuangan air limbah semen ke saluran. Kita berharap ada solusi terbaik, lihat sendiri lah, untuk lahannya masih bisa jebol kalo kurang kuat.

“Keinginan warga, ya dialihkan aja pembuangannya langsung ke Kali,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Kasi Ekbang Kelurahan Batusari, Didi Pahwana membenarkan adanya peristiwa tersebut, terkait adanya pengaduan dari Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Batusari.

“Kita sudah cek lokasi bersama pak lurah, Babinsa dua Minggu lalu, untuk meminta informasi ke PT. semen merah putih, mereka pun akan membersihkan selama proyek belum selesai. Untuk 3 bulan ke depan selalu dibersihkan,” tutur Didi.

Lanjutnya, peristiwa tersebut, tidak merugikan warga. Cuma karena dia cuci semen yang bekas (mobil molen) padahal airnya masuknya ke saluran dia (PT . Semen merah putih-red) lalu mengalir ke kali Daan Mogot (murkevad,red), jelasnya.

Sementara itu dari Pihak PT Semen Merah Putih, pengelolaan Fauzi mengungkapkan, Peristiwa ini terjadi tidak seperti apa yang dikatakan oleh media dan pak Mansyur (ketua RT-red) sudah kita ajak duduk bersama dengan kami dua minggu lalu.

“Nah mungkin kurang komunikasi, ternyata apa yang di khawatirkan dari pak Mansyur dan kawan kawan tidak benar,” jelas Fauzi Kepada awak media.

Masih dikatakan Fauzi, Kejadian memang betul, hanya satu kali. Karena saat itu curah hujan sangat tinggi, ini kan masih tanah merah yang masuk ke saluran pas hujan. Ya warna airnya berubah, airnya pun mengalir kesaluran menuju ke kali depan, terangnya.

“Kita tidak buang limbah ke saluran warga. Ada pengelolaannya, setelah kita saring mengunakan alat Biotech, air tersebut tidak berbahaya maka kita buang,” bantahnya.

Saat berita ini ditayangkan belum ada kutipan resmi dari pihak LH dan Perijinan, hasil investigasi dilapangan bacting plant  PT Merah Putih awalnya PT Wika Benton sebagai suvayer proyek tol JORR, diduga belum miliki izin Amdalnya.* (Tim KJK/RED)

banner 300250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga