oleh

Perusahaan Asal Purbalingga Menang Proyek di Dinas PU, Diduga Ada Pengaturan

-Hedline-31 views

Bungascyber. id, KOTA TANGERANG – Ketua BPAN Kota Tangerang, H Muhammad Muchdi.AR menyatakan, berdasarkan penelusuran tim investigasi BPAN Kota Tangerang, diduga ada kejanggalan dalam tender proyek Peningkatan Jalan Sisi Kiri SP Semanan Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Dimana menurut data yang dihimpun BPAN Kota Tangerang, diketahui proyek pada Dinas PUPR Kota Tangerang tersebut mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 4.158.978.875,-, dengan nilai HPS sebesar Rp 3.431.028.000,-.

 

“Kita menemukan kejanggalan karena proyek ini dimenangkan oleh PT Emerald Putra Perwira yang turun penawarannya hanya kisaran 5 persen dari HPS, yaitu Rp 3.211.730.221,82, dan PT Emerald ini penawaran terendah no 6, alias penawar harga paling mahal dari 6 perusahaan yang memasukan penawaran,” kata Muchdi.

Hal ini tambah Muchdi, berbanding terbalik dengan paket pekerjaan lain yang serupa, dimana harga penawar perusahaan pemenang rata-rata diatas 20 persen.

Seperti paket pekerjaan Peningkatan Jalan KH Dewantoro Cipondoh, dimana pekerjaan yang HPS mencapai Rp.4.930.621.000,- ini, dimenangkan oleh PT Restu Agung Selalu dengan nilai penawaran turun sekitar 21 persen dari HPS, yaitu menjadi Rp.3.890.226.007,-, begitu juga dengan pekerjaan Peningkatan Jalan Suryadarma dimana HPS nya mencapai Rp. 13.107.696.796,-, dimenangkan oleh PT Syaira Mahaya Abadi dengan penawaran turun  sekitar 23 persen, yaitu menjadi Rp. 10.018.459.034,84.

“Padahal dari sisi jenis pekerjaan,kedua proyek ini sama dengan proyek peningkatan jalan sisi kiri SP Semanan, dimana yang paling banyak adalah pekerjaan betonisasi, apakah ada perbedaan harga beton disana dengan dua proyek jalan ini? Rasanya ga mungkin beda, pasti sama, yang jelas ada perbedaan mencolok dari proyek ini, seharusnya ada penghematan kalau Pokja UlP nya jeli,” kata Muchdi.

Dari fakta ini tambah Muchdi, BPAN menduga adanya upaya “pengaturan” di proyek Peningkatan Jalan sisi kiri SP Semanan ini. Karena adanya selisi harga penawaran yang cukup mencolok.

“Kita akan meminta klarifikasi ke Pokja ULP yang menjadi panitia tender paket ini, kok kenapa bisa ada perbedaan mencolok, apakah ada intervensi dari pihak tertentu, karena dari laporan awal yang kita dapat, ada oknum yang membawa lembaga Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut “mengawal” proyek ini, lalau itu benar terjadi, maka sudah sepatutnya proyek ini dibatalkan,da n kami BPAN Kota Tangerang, akan melaporkan masalah ini ke lembaga hukum, baik itu Kepolisian maupun Kejaksaan, agar menjadi efek jera bagi pelaku yang mengambil keuntungan lebih dari pertenderan di Kota Tangerang,” katanya.

Kabid Binamarga Dinas PUPR Kota Tangerang, Sandi Sulaiman, menyatakan pihaknya sudah menjalan sesuai prosedur setiap perusahan pemenang lelang yang diproses oleh ULP.

“Soal lelang itu urusan ULP, kalau teknis pekerjaan ada dikita, dan sejauh ini siapa pun perusahaan yang menang, selama mereka profesional kerja dan hasil dari lelang yang sah, kita laksanakan, kalau mereka menyalahi teknis, baru ada sanksi dari kita, mulai teguran, hingga pemutusan kontrak,” katanya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kabag ULP Kota Tangerang Ety tidak memberikan respons terkait hal tersebut. (RED).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga