oleh

Hilangnya Apud “ Korban Hanyut Belum Ditemukan

-Hedline, Ragam-152 views
banner 300250

Bungascyber.id,LEBAK – Pada hari kedua hilangnya korban yang bernama Apud (17) yang hanyut di sungai Cilangkahan pada pukul 13:00 WIB (6/13/2020) kemarin, kini tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Serang Banten bersama warga setempat melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari korban, namun hingga sore tadi pencarian tidak membuahkan hasil.

Korban tersebut adalah bernama Apud adalah warga Kampung Hunibera, Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten adalah seorang santri Pondok Pesantren Darul Ulum yang beralamat di Kampung Gembrong, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Diketahui saat ia berenang di sungai bersama dua temannya yang lokasinya tidak berapa jauh dari Ponpes yang ia tinggalinya,” Namun tiba-tiba terseret derasnya aliran air sungai tersebut. Dua orang temannya tertolong oleh warga namun Apud menjadi korban hanyut dan sampai saat ini belum ketemukan.

Estu Riadi selaku ketua Tim Basarnas Serang Banten, mengatakan bahwa ia bersama warga telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Cilangkahan namun belum membuahkan hasil.

“Kami dari Basarnas Serang Banten, untuk pencarian korban hari ini dari pagi hingga sore, itu masih nihil. Tadi kita dalam pencarian sore menemukan sebuah bau ternyata itu bukan dari korban, ternyata itu dicurigai bau biyawak yang telah mati,” ucapnya, Senin (7/12/2020 )

Lanjut kata Estu Riadi, “Kita menggunakan untuk persiapan pencarian, menggunakan perahu karet, timek, nopel, dayung, segala macam dan pelampung,” jelasnya.

BACA JUGA :  Warga Mengeluh, Diduga PT Semen Merah Putih Buang Limbah Ke Saluran Air

Ditanya terkait kendala dalam pencarian korban, Estu Riadi menjelaskannya. “Untuk kendala memang ada, arus sungai saat ini sedang tinggi, cukup deras dan pohon bambu menghalangi proses pencarian tapi kami sudah menebang sebagian pohon bambu agar proses pencarian lancar. “ Kami melakukan pencarian dari pagi pukul 7:00 WIB hingga sore dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 7:00 WIB,” pungkasnya.

Sementara, Kiyai Haji Badrusalam, salah satu guru ngaji korban di Ponpes Darul Ulum Gembrong yang baru datang melakukan pencarian mengungkapkan, ” Seluruh santri beserta warga setempat saya pimpin untuk terjun menyusuri aliran sungai sampai sepanjang dua kilo meter, mereka ada yang berjalan kaki ada juga yang menggunakan rakit yang terbuat dari pohon pisang, bahkan ada juga yang menyusuri sepanjang sungai tanpa menggunakan alat apapun (Berenang).

Setiap tumpukan sampah baik di tengah maupun di pinggir sungai diperiksa/disingkap oleh santri dan warga yang terjun membantu Basarnas untuk mencari korban hilang, meski aliran sungai banyak ditutupi pohon bambu di sepanjang aliran sungai yang menyulitkan proses pencarian,” kata dia.

Pantauan di lokasi terlihat tim Basarnas bersama warga yang sedang melakukan pencarian korban. Hadir pula Kapolsek Malingping beserta anggotanya, Babinsa setempat, PMI Malingping, Camat Malingping beserta bawahannya, Kades Pagelaran, Kades Cilangkahan dan puluhan warga yang ikut membantu pencarian korban.   *(U.SURYANA)

banner 300250
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga